Kamis, 18 Desember 2014

Cara Mengobati Bayi Batuk dan Pilek (Bagian Kedua)


Baiklah, mari kita lanjutkan pembahasan dari artikel sebelumnya Cara Mengobati Bayi Batuk dan Pilek (Bagian Pertama)

Terus Bagaimana Cara Mengobatinya?

Berikut ini dia cara-caranya...

1. Tetap Memberikan Sang Bayi ASI

Cara-Mengobati-Bayi-Batuk-dan-Pilek-tradisional-alamiKarena apa-apa yang terkandung dalam ASI itu bakalan meningkatkan daya tahan tubuhnya sang bayi. Juga, karena gerakan sang bayi ketika mengisap payudata, jadinya saluran estachius yang menghubungkan hidung dengan telinga pun menjadi tertutup. Dengan begini, insya Allah menjadi kecillah resiko terjadinya infeksi telinga oleh bakteri yang ada di hidung, dan yang ada di tenggorokan.

2. Menjemur Sang Bayi Ketika Pagi

Soalnya, bakteri, jamur, dan virus, bisa dibasmi dengan sangat baik apabila ada sinar matahari.

3. Mengeluarkan Cairan di Hidungnya

Agar bisa meredakan hidung sang bayi yang tengah tersumbat, cobalah Anda mengeluarkan cairan-cairan yang ada pada hidungnya, dengan penguapan, dan dengan menepuk-nepuk punggung sang payi yang berposisi telungkup di paha Anda.

Pun, Anda juga bisa menyedot cairan dari hidungnya dengan bantuan alat penyedotan. Namun, jangan lupa, sebelum menggunakan alat penyedotan tersebut, ada baiknya Anda meneteskan obat tetes air garam (saline) pada lubang hidung sang bayi.

Kemudian tatkala ia tengah bobok, Anda posisikanlah kepalanya sedikit lebih tinggi dari tempat tidurnya. Mungkin Anda bisa meletakkan bantal, atau kalau nggak ada yang agak kecil, bisa pakai lipatan selimut, di bawah kepala sang bayi.

4. Memberikan Obat Penurun Panas

Sekiranya suhu tubuh bayi Anda sudah mencapai 38,5°C. Terutama pada bayi yang memiliki resiko kejang, Namun, sebaiknya, berikanlah obat penurun panas yang herbal, seperti madu khusus penurun panas misalnya. Karena obat herbal itu relatif aman dikonsumsi bagi bayi, lantaran 100% alami, tanpa pewarna, tanpa perasa, tanpa pengawet, sehingga jauh dari efek samping bahan kimia. Pun kerapnya ampuh dan efektif.

Begitulah...

Oh iya, sepertinya perlu juga Anda konsultaikan ke dokter tentang bayi Anda, kalau dia mengidap batuk pileknya udah lebih dari 7 hari, atau, kalau sudah menunjukkan gejala:

  • Nggak bisa menelan
  • Nggak mau minum cairan, dan jadi kerap muntah
  • Perutnya sakit
  • Pucat, serta sangat mengantuk sekali
  • Rewel sekali, sering menangis
  • Ruam kulit
  • Sakit kepala yang parah
  • Sakit telinganya, mungkin ia terserang infeksi telinga
  • Susah bernapas, atau bernapasnya cepat sekali
  • Terus-menerus batuknya
  • Tetap demam tinggi, meski sudah diberi obat penurun panas
Penutup

Begitulah kurang-lebih tips mengatasi batuk pilek pada bayi. Semoga bisa membantu Anda, dan semoga bayi kesayangan Anda bisa segera disembuhkan Allah. Aamiinn...

Sumber materi: Wikipedia
Sumber gambar: Pixabay
Continue Reading

Cara Mengobati Bayi Batuk dan Pilek (Bagian Pertama)

Apakah sekarang bayi Anda tengah sakit batuk pilek? Dan Anda sangat membutuhkan cara mengobati bayi batuk dan pilek sesegera mungkin sekarang juga? Beruntunglah Anda telah sampai pada blog ApiOtaku News ini, karena insya Allah, kita akan memberikan informasi yang semoga tepat nan cocok buat Anda.

Kenapa Sang Bayi Batu dan Pilek?

Cara-Mengobati-Bayi-Batuk-dan-Pilek
Sebetulnya, memang tak jarang juga seorang bayi itu batuk dan pilek. Biasanya sih bayi normal itu kena sakit batuk pilek 2 bulan sekali, atau 3 bulan sekali. 

Kok bisa? Secara garis besar, bisa karena alergi, atau bisa juga karena infeksi.

Terus bedanya apa? Kalau batuk pilek karena infeksi itu, gejalanya:
  • Batuk-batuk
  • Bersin-bersin
  • Demam
  • Hidung meler, atau tersumbat (yang seringnya ada ingus)
  • Mata berair
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
Kemudian lazimnya ada infeksi yang dapat menyebar via batuk, dan bersin, serta kontak tangan.

Tidak menutup kemungkinan bisa jadi batuk pilek menjangkit bayi yang baru lahir. Yang mana kadang durasi sakitnya itu salama 2 hari, atau 3 hari. Kenapa bisa, yang nggak jarang itu yaa karena virus. Tapi sekiranya sakit sampai lebih dari 1 Minggu, bisa jadi juga mungkin ada infeksi bakteri lanjutan, atau bisa jadi juga mungkin ada alergi.

Pilek VS Flu

Jangan lupa, sebelum Anda mengobati bayi batuk dan pilek, perlu juga Anda ketahui, bahwa sebetulnya flu dengan pilek itu berbeda. Pilek (selesma). Sedangkan flu (influenza). Meski keduanya sama-sama persoalan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), yang dikarenakan virus. Cuman, jenis virus yang menyebabkan infeksinya itu berbeda.

Kalau pilek itu disebabkan karena ada lebih dari 200 jenis virus. Tapi, kalau flu, disebabkan karena ada virus influenza.

Makanya ada disediakan vaksi buat flu, tapi nggak ada kan kalau vaksin buat pilek..

Hal lain yang membuatnya berbeda adalah, gejala pilek itu seringnya lebih ringan, nggak seberat kalau dibangkingkan sama gejala flu, dan berkembang terus secara perlahan-lahan.

Oh iya, ada lagi yang perlu Anda pahami, sebelum Anda mengobati bayi batuk dan pilek..

Aslinya, sakit batuk pilek itu termasuk mekanisme tubuh buat ngelawan kuman-kuman penyakit. Juga, mengamankan saluran napas .

Makanya, ada baiknya juga Anda jangan langsung terburu-buru memberi obat-obatan, atau membanya ke dokter. Apalagi selain nanti keluar uang banyak, kalau obat-obatan kimia gitu kan bisa jadi kurang aman buat si kecil. Pun kan mungkin bisa membawa dampak buru juga pada bayi yang terutama usianya masih di bawah 2 tahun. Berbeda halnya mungkin kalau Anda memberinya obat herbal, seperti madu misalnya, yang tanpa pewarna, tanpa perasa, dan tanpa pengawet.

Terus Bagaimana Cara Mengobatinya?

Insya Allah, akan kita bahas d artikel berikutnya.. Cara Mengobati Bayi Batuk dan Pilek (Bagian Kedua). Stay tuned ya!

Sumber materi: Wikipedia
Sumber gambar: Pixabay
Continue Reading

About Us

Like Us